Dosen dan Mahasiswa PGSD FKIP UCB Perkuat Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di SD GMIT Oepura

Kupang — Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Eco-Character School – Penguatan Karakter Peduli Lingkungan melalui Pendidikan Rendah Karbon di SD GMIT Oepura Kupang, 12 Mei 2026 jam 08.00 Wita. Kegiatan yang diikuti 78 murid kelas III dan V ini menekankan penguatan pendidikan karakter, khususnya nilai karakter peduli lingkungan sebagai bagian dari 18 nilai karakter bangsa di sekolah dasar.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung berbasis pendidikan rendah karbon. Dalam kegiatan sosialisasi, murid diperkenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan, dampak emisi karbon terhadap kehidupan manusia, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Dosen PGSD UCB yang terlibat dalam kegiatan PKM ini yaitu Yulsy Nitte (Ketua Tim), Kristina Noya Nahak, Chintya Ati dan Hingrida Hendrik. Mahasiswa PGSD yang terlibat dalam PKM ini yaitu Kevin Leba, Elisabet Ndeli, Karolina Kutiom, Louisa Bureni dan Ester Leltakaeb yang kemudian mengajak murid menerapkan berbagai kebiasaan ramah lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, menghemat listrik dan air, serta menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. Murid juga dilibatkan dalam kegiatan penanaman dan perawatan tanaman sebagai bentuk praktik nyata pendidikan karakter peduli lingkungan.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim PKM mengadakan kuis interaktif untuk menguji pemahaman kontekstual murid terkait penerapan nilai karakter peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan 100 persen murid mampu memahami dan menerapkan perilaku peduli lingkungan melalui jawaban maupun praktik yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.
Kepala SD GMIT Oepura Kupang, Sanci Amelia Kelin memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan murid. Ia menilai program tersebut membantu sekolah dalam menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Guru kelas juga menilai pendekatan yang digunakan mampu meningkatkan partisipasi dan kesadaran murid. Setelah kegiatan berlangsung, murid terlihat lebih disiplin menjaga kebersihan kelas, lebih peduli terhadap penggunaan sampah plastik, dan mulai terbiasa menjaga lingkungan sekolah secara mandiri.
Respon positif datang dari para murid. Perwakilan murid kelas III mengatakan kegiatan tersebut membuat mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan sederhana setiap hari. Sementara perwakilan murid kelas V mengaku mulai terbiasa membawa botol minum sendiri dan mengingatkan teman-temannya untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Secara kritis, kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar masih menghadapi tantangan serius. Selama ini, penguatan 18 nilai karakter bangsa cenderung berhenti pada aspek administratif dan teoritis dalam pembelajaran. Nilai karakter peduli lingkungan sering diajarkan sebatas konsep tanpa pembiasaan nyata yang berkelanjutan.
Program Eco-Character School memperlihatkan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan lebih efektif ketika murid dilibatkan secara langsung dalam aktivitas kontekstual. Pendekatan partisipatif dan pembiasaan terbukti mampu membangun kesadaran ekologis murid secara lebih mendalam dibandingkan metode ceramah semata. Namun, keberhasilan tersebut tetap memerlukan dukungan budaya sekolah, keteladanan guru, serta keterlibatan keluarga agar nilai karakter tidak berhenti pada kegiatan sesaat.
Melalui kegiatan PKM ini, dosen dan mahasiswa PGSD FKIP UCB berharap pendidikan karakter peduli lingkungan dapat menjadi budaya sekolah yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari murid sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan berkelanjutan.

tags:
Kategori