Dosen UCB latih para Guru; Deteksi Dini Bullying Dan Penanganan Kasus Berbasis Satgas Sahabat Siswa di SDN Enokaka Kabupaten Kupang

 Dosen Universitas Citra Bangsa (UCB) yang diketuai oleh Fepyani Thresna Feoh, S.Kep.,Ns.,M.Kep dan Anggotanya Istha L. Muskananfola, S.Kep.,Ns.,M.Kep,  Roswita L. Nahak, S.Pd.,M.Pd serta beberapa Mahasiswa melakukan pelatihan bagi para guru terkait Deteksi Dini Bullying Dan Penanganan Kasus Berbasis Satgas Sahabat Siswa di SDN Enokaka Kabupaten Kupang, Senin 13 – 07 sampai Selasa 14 – 07 – 2026. Kegiatan ini menyasar Kepala UPTD SD Negeri Enokaka, Ketua Komite Sekolah, dan 20 orang Guru. Adapun tujuan kegiatan ini antara lain; 1)Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan deteksi dini bullying di sekolah, 2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan pendekatan psikososial melalui komunikasi efektif dan asertif dalam penanganan kasus bullying di sekolah, 3)Membentuk SOP pelaporan dan penanganan kasus bullying berbasis satgas SAHABAT Siswa dan 4)Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media edukasi bullying menggunakan CANVA 

Kegiatan ini didanai oleh: Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains Dan Teknologi Tahun 2026. Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fepyani Thresna Feoh,S.Kep.,Ns.,M.Kep dalam keterangannya menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk generasi Bangsa “Sekolah Dasar merupakan penyelenggara pendidikan yang memberikan stimulasi pertumbungan dan perkembangan pada anak seperti fisik, kognitif, kecerdasan emosional, empati, pembentukan karakter dan perilaku sosial anak. Namun, fenomena bullying di lingkungan sekolah dasar telah menjadi isu yang mengkhawatirkan. Bullying yang dilakukan oleh anak SD  telah menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak dengan menimbulkan dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental”. Jelas Dosen dan juga ketua PKK kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang ini. Ia melanjutkan “Banyak korban bullying mengalami kecemasan, takut berinteraksi dengan orang lain, menolak ke sekolah, penurunan nilai akdemik, harga diri rendah, depresi bahkan percobaan bunuh diri. Sedangkan pelaku bullying merasa paling kuat dan kurang empati terhadap orang lain. Hal ini tentu membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak termasuk Guru. Guru SD memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus figur teladan untuk pencegahan bullying dengan membina iklim kelas yang positif, menerapkan manajemen kelas yang efektif, pemodelan perilaku konstruktif dan menanamkan praktik anti-bullying”. Lanjut Fepy. “Masalah bullying harus dicegah dan ditangani secara tepat sejak dini. Siswa tidak boleh menjadi pelaku maupun korban bullying. Untuk itu, guru perlu diberdayakan untuk menjadi agen pembaharu dalam mitigasi bullying dengan melakukan deteksi dini dan sistem manajemen yang mendukung terlaksananya penanganan kasus bullying berbasis SAHABAT (Satgas Harmoni Anti Kekerasan dan Bantuan Tanggap) siswa. Diperlukan penguatan sistem manajemen sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif”. Tutup Istri Camat Amfoang Selatan Kabupaten Kupang ini.  

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD SD Negeri Enokaka, Alexander A. Faot, S.Pd.,SD, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim ini.  “UPTD SD Negeri Enokaka sangat berterima kasih kepada Tim PKM dari Universitas Citra Bangsa yang telah memberikan Sosialisasi dan pelatihan tentang deteksi dini dan penanganan kasus bullying, kami berharap melalui kegiatan ini kami akan berbenah diri dan membangun Sekolah yang Ramah Anak”. Tutur Alex. 

tags:
Kategori