Gelar Wisuda ke-XIV Universitas Citra Bangsa Lepas 506 Wisudawan

Universitas Citra Bangsa Kupang gelar rapat senat dan wisuda angkatan
ke – XIV tahun 2025 yang berlangsung di hotel Harper Kamis (04/12/2025).

Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang melantik 506 wisudawan dari berbagai jurusan. Wisuda ini menandai pencapaian akademik bagi para lulusan dan merupakan tonggak penting bagi universitas dalam menghasilkan tenaga profesional baru.

Universitas Citra Bangsa Kupang memiliki fokus juga kuat dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Abraham Paul Lianto selaku dewan pembina Universitas Citra Bangsa Kupang dalam sambutannya mengatakan bahwa para lulusan harus menjadi agen perubahan bagi bangsa, dimulai dari wilayah timur Indonesia.

“Jadilah agen perubahan. Kita ubah Indonesia yang gelap menjadi Indonesia yang terang, dan perubahan itu dimulai dari timur,” ujarnya.

Paul Lianto juga menghimbau kepada para wisudawan agar menjaga nama baik almamater dan tunjukkan bahwa kepada masyarakat dan dunia bahwa mereka adalah pribadi yang berintegritas, bekerja dengan hati, dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UCB Frans Salesman menyampaikan bahwa UNIB Citra Bangsa merupakan universitas yang telah memiliki fakultas kedokteran yang di buka oleh universitas swasta pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan di dukung sarana prasarana dan fasilitas yang sangat memadai untuk terlaksananya pendidikan kedokteran di UCB dan pada tahun ini Universitas Citra Bangsa Kupang akan membuka Fakultas ilmu apoteker dan semua dalam proses berjalan.

“Universitas Citra Bangsa tidak hanya sukses dengan fakultas kedokteran saja namun akan merambah ke fakultas ilmu apoteker dan direncanakan pada TA.2025-2027 sudah di launching,” Ujar Rektor UCB.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT, Melki Laka lena mengajak wisudawan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang untuk kembali ke daerah masing-masing dan menjadi pelopor hilirisasi desa, sebagai upaya memperkuat ekonomi desa yang berbasis potensi lokal.

“Saya minta lulusan ini untuk kembali ke daerah masing-masing dan mengembangkan potensi desa dengan baik. Apalagi KDKMP ini akan memutar uang Rp3,5 miliar yang juga membutuhkan lulusan yang bisa turun ke bawah,” jelas Melki.

Menurut gubernur, kondisi hidup di desa dan kota saat ini sudah relatif sama, sehingga para lulusan diminta untuk melihat baik kota maupun desa sebagai tempat pengabdian. “Jadi kita bisa kembali dan memulai dari desa dengan mengembangkan potensi desa yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong para lulusan UCB untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah. Tujuan utamanya adalah agar setiap desa memiliki potensi yang dihilirisasi, sehingga program One Village One Product (OVOP) dapat dikelola dengan baik dan menjadi kekuatan ekonomi masa depan NTT.

tags:
Kategori