Mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang kembali melanjutkan pelatihan pertolongan pertama gawat darurat di air (water rescue).
Kegiatan praktik lapangan ini dilaksanakan bekerja sama dengan para rescuer dari Kantor SAR Kelas A Kupang di kolam Tirto Segoro 07, Desa Nitneo, pada Selasa (3/11/2026) dan Rabu (4/11/2026).
Untuk sesi terakhir Kamis (5/11/2026) digelar pelatihan teknik evakuasi dan simulasi lapangan terpadu di Kantor SAR Kelas A Kupang.
Dosen Prodi Keperawatan UCB, Ns. Istha L. Muskananfola, membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut saat dikonfirmasi, kemarin.
Ns. Istha menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis penanganan darurat, khususnya bagi korban yang mengalami kondisi gawat darurat di perairan.
"Kegiatan di kolam ini berlangsung selama dua hari, melibatkan dua kelas mahasiswa. Fokus utamanya adalah melatih kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat di air," ujar Ns. Istha.
Rangkaian materi praktik yang diberikan meliputi pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), teknik penyelamatan (rescue) korban di air, serta teknik evakuasi dan penyelamatan lanjutan.
Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan sesi latihan berenang khusus serta simulasi penggunaan alat pelindung diri air seperti pelampung (life jacket).
Meskipun sebagian mahasiswa masih dalam tahap penyesuaian dan memerlukan pendampingan ketat, mengingat hanya beberapa orang yang sudah mahir berenang. Latihan intensif ini berjalan dengan lancar di bawah pengawasan langsung tim rescuer Kantor SAR Kupang. Melalui pelatihan ini, Prodi Keperawatan Fikes UCB Kupang berharap para lulusannya tidak hanya kompeten di bidang klinis medis, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental yang tangguh dalam aksi kemanusiaan serta kegawatdaruratan medis di lapangan.

Simulasi Lapangan
Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang, I Made Junetra, S.H., M.M., mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk membangun sinergi antara kemampuan medis keperawatan dengan teknik penyelamatan lapangan dalam penanganan bencana.
Junetra menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh total 255 peserta yang dibagi ke dalam empat tahap pelaksanaan, di mana setiap kelompok terdiri dari sekitar 60 mahasiswa.
"Mahasiswa keperawatan memiliki pemahaman teori dan medis yang sangat baik. Melalui kolaborasi ini, kita kombinasikan kemampuan medis tersebut dengan ilmu teknis lapangan yang dimiliki oleh para rescuer Basarnas," ujar Junetra.
Dalam kegiatan ini, menurut Junetra para mahasiswa mendapatkan materi serta praktik langsung yang dipandu oleh instruktur penyelamat (rescuer) Basarnas Kupang. Pembekalan mencakup teknik pertolongan di ketinggian (rappelling), penanganan cedera pada kegiatan evakuasi tebing (hiking rescue), hingga penanganan darurat korban di air (water rescue).
Ditegaskan Junetra, pentingnya kolaborasi dan pembagian peran yang jelas di lapangan agar proses pertolongan masyarakat berjalan efektif tanpa adanya tumpang tindih penanganan.
"Ketika terjadi bencana, sinergi ini sangat krusial. Penyelamat dan tenaga medis harus berjalan selaras. Kami membekali mereka agar saat tiba di bawah atau di lokasi evakuasi, langkah-langkah penanganan darurat dan asesmen cedera dapat dilakukan secara cepat dan tepat," jelas Junetra.
Rangkaian pelatihan untuk tiap kelompok akan diakhiri dengan simulasi lapangan terpadu. Dalam simulasi tersebut, mahasiswa dituntut untuk menerapkan kombinasi antara ilmu keperawatan yang didapat di bangku kuliah dengan teknik evakuasi Basarnas.
"Melalui simulasi ini, kita ingin melihat sejauh mana materi dapat diserap dan dikombinasikan. Harapannya, ketika mereka berada di lapangan kelak, mereka sudah siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam kondisi darurat maupun bencana," ujar Junetra.
Untuk diketahui, durasi waktu pelatihan yang diikuti mahasiswa Prodi Keperawatan Fikes UCB Kupang selama empat hari terhitung Senin (2/11/2026) hingga Kamis (5/11/2026). (*)